Postingan

Menampilkan postingan dengan label guru inklusi

Opini Awam: Program Pendidikan Inklusi di Sekolah Menengah Kejuruan, Ide Apik yang Belum Matang

Gambar
sumber gambar: https://depositphotos.com/photos/inclusive-education.html Pendidikan inklusi tidak hanya ada di sekolah menengah atas saja. Kini, program ini juga merambah sekolah menengah kejuruan, yang berfokus lebih banyak pada kegiatan praktek. Hal ini tentu disambut dengan antusias oleh para orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. berkebutuhan khusus yang terkedala pada kemampuan daya pikirnya, kerap dimaksimalkan pada hal motorik kasarnya. Mereka dilatih atau diberikan keterampilan yang nanti harapannya dapat menjadikannya mandiri. Katakanlah, siswa berkebutuhan khusus diberi keterampilan menjahit supaya nantinya dapat membuka usaha jahit sendiri tanpa harus ikut melamar kerja pada perusahaan lain, atau bekerja pada posisi yang memerlukan pemikiran yang ‘mendalam’. Meski kedengarannya sangat indah dan menjanjikan, pada kenyataannya program ini bisa dibilang kurang matang. Di lapangan, ternyata ada banyak hal yang perlu dipersiapkan maupun dibenahi. Bahkan mungkin...

9 Fakta Menjadi Guru Pendamping Khusus untuk Siswa Disabilitas. Nomor 9 bikin Heran!

Gambar
sumber: unsplash.com/@jontyson Menjadi seorang guru itu adalah cita-cita yang enggak pernah terpikirkan sejak dulu. Kalau dulu, guru menjadi cita-cita mainstream semua anak, sepertinya waktu itu cita-citaku adalah desainer baju ( lalu pupus karena aku ternyata hanya suka menggambar, tapi enggak suka menjahit. Setelah belajar psikologi, aku mengomel pada mamaku, kenapa dulu enggak diajak ngobrol atau diberikan opsi untuk jurusan gambar atau les menjahit haha ) Hingga saat SMP, cita-citaku berubah menjadi psikolog.  And here i am , menjadi guru bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah menengah kejuruan (SMK). Kalau ingin tahu kenapa aku bisa terjerumus dalam pekerjaan ini, silakan baca di sini , ya! Apakah aku menyesal, bekerja sebagai guru pendamping khusus? Engga sama sekali! Bukan berarti aku berminat atau ingin berkarir selamanya disini, ya. Aku tetap ingin menjadi psikolog. Tapiiii, ini menambah wawasanku terkait anak berkebutuhan khusus beserta dengan tantangan dan ekspektasi...