Postingan

Menampilkan postingan dengan label film psikologi

Review Film Psikologi Hari Ini: Inside Out 2, Pubertas Riley hingga Anxiety Attack! (2024)

Gambar
SPOILER ALERT! Buat yang belum nonton, harap nonton dulu. Nanti bisa balik kesini lagi! Baru nonton film Inside Out 2, dan so far sebagai orang yang mempelajari ilmu psikologi, aku sangat puas dengan visual dan juga ceritanya. Kalau aku jadi dosen, mungkin aku akan mempertontonkan film ini ke mahasiswa ketika mempelajari bab mengenai emosi manusia. Mudah dicerna! Aku sudah jatuh cinta banget sama film Inside Out pertama, sehingga aku harus banget nonton yang kedua ini.  First of all, aku gak akan me- review tentang entahlah visual, alur, grafis,  atau apapun yang berhubungan dengan pembuatan animasi film. Seperti biasa, yang aku review adalah ilmu psikologi yang bisa diterapkan pada film dan dipetik oleh penonton. Oke,  here we go  untuk review -nya! Pulau pertemanan letaknya jauh di depan membelakangi pulau keluarga Pulau keluarga Riley yang entah dimana   (Sumber: people.com) Masih ingat ketika  Joy  menunjukkan letak pulau keluarga kepada...

Review Film Psikologi Hari Ini: Dua Hati Biru (2024)

Gambar
sumber: detik.com/jateng Sebelum review , aku akan basa-basi sedikit. Kayaknya lama-lama aku jadi memfavoritkan beberapa film karya Gina S. Noer, deh. Film-film yang dibuatnya tuh bener-bener berkualitas! Lalu, aku salut banget untuk bisa ajakin syuting balita! Pemeran Adam,  Farrell Rafisqy, adalah kelahiran 2019 tapi pintar banget berakting di depan kamera. Gak kebayang banget gimana si Angga Yunanda, Nurra Datau dan segenap aktor aktris lain untuk bisa bonding sama si Farrell ini. Tahu sendiri kan ya, balita tuh lagi fase aktif-aktifnya. Review kali ini mungkin akan (cukup) panjang karena memang bener-bener film ini isinya daging semua, khususnya untuk ilmu psikologi. Tanpa berlama-lama lagi, langsung baca terus ulasannya! Perbedaan nyata dalam hubungan sumber: idntimes.com Dari film pertama, Bima dan Dara ini punya perbedaan yang kontras banget. Mulai dari perekonomian yang berimbas pada lingkungan mereka dibesarkan (kompleks dan perkampungan), visual (gak body shaming tapi p...

Review Film Animasi: Migration (2023), Si Optimis pun Kadang Bisa Menyerah!

Gambar
sumber: whats-on-netflix.com Sudah pernah nonton film animasi di atas? Film ini berjudul Migration , yang tayang di tahun 2023 lalu. Sesuai judulnya, film animasi ini menceritakan keluarga keluarga bebek berjenis Mallard yang bermigrasi ke Jamaica. Mallard ini sejenis bebek liar atau  wild duck  ya, ges. Kalau yang jantan kepalanya warnanya agak kehijauan, sementara yang betina full warna krem cokelat gitu. Sama seperti yang dilakukan manusia, burung pun melakukan migrasi. Migrasi burung ini adalah perjalanan musiman yang dilakukan oleh spesies burung, yang bertujuan untuk bertahan hidup. Burung ada di berbagai belahan bumi yang tentu saja berbeda iklim juga suhu. Nah tujuan burung-burung ini berpindah tempat sementara adalah untuk tetap hidup, di kala tempat aslinya sedang ada perubahan iklim. Contohnya semisal burung A biasa hidup di tempat dingin, namun di tempat tersebut sedang musim panas. Untuk bisa bertahan hidup, burung A akan terbang dan mencari tempat lain yang musim...

Review Film Psikologi Hari Ini: Budi Pekerti (2023)

Gambar
sumber: parapuan.co Barusan aku menonton film berjudul "Budi Pekerti". Film ini memenangkan 17 nominasi piala citra di  Festival Film Indonesia (FFI), lho. Filmnya menceritakan mengenai kehidupan seorang guru BK bernama Bu Prani, karena viralnya video dirinya yang berseteru dengan seseorang di tempat penjual putu. Sayangnya viralnya video tersebut bukan karena bu Prani yang berani menegur orang yang diduga menyerobot, namun karena bu Prani terlihat marah dan melontarkan ucapan kasar kepada ibu penjual putu legendaris yang sudah sepuh.  Jika dilihat dari sisi psikologi, ada banyak hal yang bisa aku tangkap dari film ini. Agresi di media sosial sumber: parapuan.co Agresivitas di dunia media sosial sangat tinggi. Anonimitas akan membuat kita lebih berani untuk bertindak karena tahu bahwa kita mungkin bisa kabur atau sembunyi dari dampak yang akan terjadi. Tangan kita sangat mudah mengetikkan sesuatu di media sosial, tanpa harus memperdulikan apakah orang yang kita komentari akan...

Opini Awam: Program Pendidikan Inklusi di Sekolah Menengah Kejuruan, Ide Apik yang Belum Matang

Gambar
sumber gambar: https://depositphotos.com/photos/inclusive-education.html Pendidikan inklusi tidak hanya ada di sekolah menengah atas saja. Kini, program ini juga merambah sekolah menengah kejuruan, yang berfokus lebih banyak pada kegiatan praktek. Hal ini tentu disambut dengan antusias oleh para orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. berkebutuhan khusus yang terkedala pada kemampuan daya pikirnya, kerap dimaksimalkan pada hal motorik kasarnya. Mereka dilatih atau diberikan keterampilan yang nanti harapannya dapat menjadikannya mandiri. Katakanlah, siswa berkebutuhan khusus diberi keterampilan menjahit supaya nantinya dapat membuka usaha jahit sendiri tanpa harus ikut melamar kerja pada perusahaan lain, atau bekerja pada posisi yang memerlukan pemikiran yang ‘mendalam’. Meski kedengarannya sangat indah dan menjanjikan, pada kenyataannya program ini bisa dibilang kurang matang. Di lapangan, ternyata ada banyak hal yang perlu dipersiapkan maupun dibenahi. Bahkan mungkin...